bahaya penggunaan headset

Bahaya Pemakaian Headset Bagi Telinga Dan Otak

  

Kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berdasar penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga.Kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda. 

Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa. “Mendengarkan pemutar musik personal secara reguler dalam volume tinggi ketika muda sering kali tidak berdampak pada pendengaran. Namun, kelak kemampuan mendengar bisa menghilang,” jelas salah seorang peneliti pada International Herald Tribune.

Pernyataan itu diberikan sembilan peneliti dari Committee on Emerging and Newly Identified Helat Risks. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa risiko kehilangan pendengaran akan didapatkan di pertengahan usia 20-an.Bagaimanapun, mendengarkan musik melalui media portabel juga menimbulkan dampak lain. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, musik dapat meningkatkan risiko hilangnya pendengaran terhadap situasi sekitar.Penyebab gangguan pendengaran memang beragam. Bergantung juga pada usia seseorang. Suara terbagi atas beberapa tingkat. Suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB, sedangkan untuk anak-anak 20 sampai 40 dB. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 dB atau lebih yang masih dapat didengar manusia.

Gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap listrik otak, namun menjadi pertanyaan seberapa besar pengaruh gelombang tersebut terhadap kerusakan otak? sampai saat ini belum ada satupun bukti medis yang kuat untuk membuktikan itu. Meskipun gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap otak tikus, namun tidak terbukti pada otak manusia Sampai saat ini beberapa penelitian di Eropa pada gelombang elektromagnetik terhadap tumor otak tidak dapat membuktikan efek tersebut.Mengenai pengaruh terhadap telinga, paparan musik dengan earphone dapat mempengaruhi ambang pendengaran , terutama bila dilakukan dengan volume keras dan jangka waktu lama.

Beberapa cara untuk mengurangi kerusakan pendengaran adalah dengan mengurangi volume suara dan mengurangi waktu untuk mendengarkan dengan earphone. Namun seringkali juga orang-orang menggunakan earphone pada tempat-tempat yang ramai seperti stasiun kereta, terminal bus ,dsb, jadinya tanpa sadar cenderung untuk meningkatkan volume earphone lebih keras lagi. Beberapa saran untuk mengurangi efek samping misalnya menggunakan headphone yang besar (tipe yang lama), sehingga suara lebih terdistribusi dan lebih menutup suara bising dari luar dibandingkan earphone yang kecil. Tipe earbuds yang kecil mempunyai speaker kecil dengan volume besar yang diletakan di lubang telinga sudah pasti memberikan efek lebih besar pada pendengaran dibandingkan dengan headphone yang hanya ditempel pada telinga luar.

Berikut efek negatif headset atau earphone untuk kesehatan tubuh.

1. Kerusakan permanen pada telinga. 

Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagimenanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga. Biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja.

2. Kehilangan pendengaran di usia 20-an. 

Berdasarkan penelitian, efek penggunaan earphone atauheadset yang berlebih ini memang tidak akan langsung terasa. Kerusakan akibat penggunaan headset atau earphone yang berlebihan ini akan muncul secara perlahan, biasanya efek akan mulai terasa di usia 20-an. Di usia itu, si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.

3. Kerusakan otak. 

Gelombang elektromagnetik akibat earphone atau headset inididuga berpengaruh terhadap listrik otak. Terbukti gelombang elektromagnetig ini berpengaruh pada listrik otak pada tikus. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik itu pada otak manusia. Tapi yang jelas kamu harus tetap waspada.

4. Ambang pendengaran. 

Paparan musik dengan earphone atau headset dapatmempengaruhi ambang pendengaran manusia, terutama bila dilakukan dengan volume keras dan dalam jangka waktu lama. Secara perlahan efek ini akan mengarah pada gangguan pendengaran secara permanen.

Karenanya kamu harus menggunakan earphone atau headset inisesuai kebutuhan saja, jangan berlebih. Mengenai tingkat suara, suara tingkat ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 desibel, sedangkan anak-anak 20 hingga 40 desibel. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 desibel atau lebih yang masih dapat didengar.

Sejumlah peneliti menganjurkan semua perangkat suara yangmenggunakan headset atau earphone untuk tidak melebihi batas 100 desibel. Mengingat suara yang ada di luar headset (suara mesin mobil, disel atau pemotong rumput) juga bisa berpengaruh pada pendengaran manusia.

Nah sekarang agar terhindar dari ketulian, gunakan alat pemutar musik dengan baik dan benar. Bagimana caranya, berikut tipsnya :

1. Volume tidak boleh lebih dari 80 db atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total      volume.

2. Jangan terlalu lama mendengarkan musik melalui earphone, apalagi terus menerus. Beri istirahat telinga setiap ½ -1 jam. Sebab jika organ dalam koklea merasa capek, pendengaran bisa mengalami rusak permanen.

3. Gunakan alat pemutar musik yang memiliki volume control

4. Jangan gunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada lingkungan ramai, sebab di situasi itu Anda cenderung menaikkan volume yang akan merusak pendengaran.
Tips sehat menggunakan earphone bagi telinga:

1. Usahakan copot earphone setiap 20 menit

2. Pasang volume yang tidak terlalu besar, jika anda sudah tidak dapat mendengar suara di sekitar anda, sebaiknya kecilkan volume earphone

3. Pastikan ada label ‘CE’ atau ‘SNI’ pada earphone yang anda beli

4. Jangan pasang earphone sampai menusuk ke dalam telinga

5. Pilih pemutar musik yang suaranya tidak lebih dari 95 desibel

Haika

sumber: nuansaduniakita

Aside | Posted on by | Leave a comment

bahaya penggunaan kawat gigi (behel)

Bahaya penggunaan kawat gigi

Kawat gigi atau biasa disebut dengan behel awalnya bertujuan untuk memperbaiki struktur gigi yang tidak rata dan rapi. Namun kini tujuan penggunaan kawat gigi sudah sedikit berubah. Kalau dulu orang akan merasa sedikit malu menggunakan kawat gigi, sekarang justru orang-orang yang memiliki gigi sudah rata dan bagus pun banyak yang menggunakan kawat gigi. Padahal penggunaan kawat gigi jika memang tidak benar-benar dibutuhkan bisa membahayaran kesehatan.

Anda pasti sering melihat hal ini, terutama di anak Remaja sekarang. Dulu saya kurang mengetahui apa Fungsi dan Manfaat kalau Pagar Kawat ini di colokkan ke Gigi. Pasti sakit kali ya di pagarin😛. Di Negara kita Indonesia, penggunaan Behel baru dimulai pada Tahun 1980 dan semakin Popular pada awal 2000 – Sekarang. Penggunaan alat yang satu ini sudah menjadi Tren di semua lapisan masyarakat. Baik usia Tua, Muda, bahkan di kalangan anak-anak sudah tidak asing lagi.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg Zaura Rini Anggraeni, MDS menjelaskan pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh tukang gigi menimbulkan beragam efek samping. Terlebih pada gigi yang bermasalah baik untuk efek samping ringan hingga berat.

Setidaknya ada 3 resiko dan bahaya yang bisa mengancam pengguna kawat gigi. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika menggunakan kawat gigi atau behel seperti yang dikutip dari inilah.com.

1. Karang Gigi
Karena area di bawah dan di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk dibersihkan, sisa-sisa makanan bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi, yang mengarah ke penumpukan plek.

Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda.

2. Penyakit Menular Seksual
Kawat logam yang dipasang pada gigi Anda sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi Anda. Nah, saat Anda terlibat dalam aktivitas seksual seperti seks oral atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut Anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit, termasuk hepatitis dan HIV, memasuki aliran darah Anda.

3. Alergi
Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30 persen pasien ortodontik dari semua pasien ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.

Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan dalam kawat gigi.

Nah, untuk anda yang memang ingin memperbaiki struktur giginya dan ingin menggunakan kawat gigi atau behel, pastikan anda memasangnya dirumah sakit atau dokter yang benar-benar sudah profesional.

Cara Mencegah Munculnya Karang Gigi Menurut Dr. Zuhra pemasangan kawat gigi yang tidak benar bukan hanya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mulut dan gigi saja, melainkan juga dapat menyebabkan pasien tertular penyakit mulai dari hepatitis hingga HIV/AIDS. Untuk lebih jauh, kenali beberapa efek samping yang berbahaya akibat pemasangan kawat gigi, diantaranya :

 

1. Penyakit Menular Seksual 

Kawat logam yang dipasang pada gigi anda itu sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi. Dan dalam aktivitas seksula seperti seks moral atau berciuman luka kecil di dalam mulut anda akan menyediakan jalan masuknya penyakit termasuk hepatitis dan HIV.

2. Alergi 

Sekitar 30% pasien ortodontik dari semua pasien tersebut lainnya memiliki alergi terhadap logam yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat.

3. Karang Gigi 

Krena di bawah maupun di sekitar kurung logam dan kawat yang sulit untuk di bersihkan, sisa-sisa makanan itu bisa terjebak di daerah-daerah yang sulit dijangkau sikat gigi yang mengarah kepada penumpukan flek. Hal itu dapat menyebabkan mengalami kerusakan pada gigi dan nyeri gusi. 

4. Dapat Menimbulkan Sariawan.

5. Mengalami Inflamasi (radang gusi) Yang Menyebabkan Gusi Mudah Berdarah. 

 

Demikian informasi mengenai bahaya dari memakai kawat gigi. Kini keputusan ada pada anda masing-masing. Semoga artikel ini banyak manfaatnya. (berbagai sumber)

Hal ini mengakibatkan orang dengan kawat gigi logam dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi. Untuk menghindari masalah ini, Anda harus menggunakan sikat khusus untuk membersihkan gigi Anda. [mor]

#) Efek Positif.

Dulu mengenakan kawat gigi dianggap aneh atau kuno. Mulai dari rasa tidak nyaman hingga takut diolok-olok teman. Karena itu, kawat gigi yang juga dikenal dengan istilah Bracket, ini merupakan benda yang sebisa mungkin dihindari oleh orang-orang dengan susunan gigi Amburadul.

Manfaat dari pemasangan Behel sendiri untuk membuat gigi menjadi lebih Rapi, sehingga enak dipandang mata dan akan terhindar dari masalah pencernaan akibat gigi yang kurang rapi. Membuat senyum terlihat lebih manis dan terlihat cantik. Bisa juga untuk mengikuti Trend dan gaya-gayaan serta meningkatkan rasa percaya diri. Namun hal ini akan berlaku selama pemasangan kawat gigi aktif dan retainer.

Kebersihan dan perilaku makan harus dijaga betul. Anda harus menghindari makanan yang manis, lengket, liat dan bersoda, karena makanan macam itu lebih sulit di bersihkan. Makanan padat dan keras kayak apel, sebaiknya dipotong kecil-kecil. Serta, jangan coba-coba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang.
#) Efek Negatif.

Bahaya yang akan anda dapat dari memasang behel untuk gaya-gayaan ada beberapa macam. Kalau anda ingin mengetahui akan hal tersebut baca ulasan yang ada di bawah ini.
1. Gigi bisa jadi goyah Saat tulang yang memegang gigi berubah mengikuti kawat yang mencekat gigi di atasnya, maka gigi bisa jadi goyah. Sama seperti pagar yang ditekan terus, lama kelamaan pondasinya akan longgar dan goyah.
2. Susah untuk dibersihkan Memakai behel hanya untuk gaya-gayaan akan membuat kebersihan gigi tidak terjaga. Terutama membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela Briket dan Kawat. Tentu jika kondisi ini dibiarkan, gigi akan menjadi kotor.

3. Muncul kuman dan bakteri Karena susah dibersihkan, kuman dan bakteri akan mudah sekali hidup di mulut. Kuman akan mudah sekali terselip di sela-sela behel dan karetnya, jika tidak rajin memakai obat kumur mulut. Kuman dan bakteri banyak hidup di mulut, maka akan timbul bau mulut. Apalagi kondisi gigi sulit untuk dibersihkan karena ada kawat gigi tersebut.

4. Susunan gigi bisa jadi berantakan Proses pemasangan yang asal-asalan, apalagi jika dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya, bisa makin memperparah bentuk gigi yang sebenarnya sudah bagus. Ini disebabkan bentuk gigi akan mengikuti bentuk kawat tersebut.

5. Penularan penyakit Memasang behel di tukang gigi yang tidak Berijin resmi atau Illegal semakin menambah buruk resiko terkena penyakit menular. Ini disebabkan alat-alat yang digunakan belum terjamin kebersihannya, apalagi langsung bersentuhan dengan mulut.

6. Bisa terkena penyakit hepatitis atau bahkan HIV. Kawat logam yang dipasang pada gigi anda sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi anda. Saat anda terlibat dalam aktivitas seksual atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit yang memasuki aliran darah anda.

7. Alergi, Kawat gigi logam mengandung berbagai logam, termasuk nikel, tembaga dan kromium. Sekitar 30% pasien Ortodontik dari semua pasien Ortodontik lainnya memiliki alergi terhadap logam ini yang dapat menyebabkan rasa sakit dan telinga tersumbat. Selain itu, pasien yang tidak memiliki alergi sebelum mereka memakai kawat gigi berpotensi terkena alergi setelah mereka memakainya. Untungnya, alergi terhadap nikel, tembaga dan kadmium umumnya ringan dan mudah diobati dengan mengubah jenis logam yang digunakan dalam kawat gigi.

Nah, untuk lebih jauhnya kenali beberapa efek samping yangberbahaya akibat pemasangan kawat gigi, seperti dilansirEhow.

 

 

Sebelum anda memasang behel sebaiknya membaca beberapa tips berikut :

 

* Pakai Karena Kebutuhan


Ini sangat penting bila kamu ingin memakai behel pastikan bahwa gigi kamu memang rusak. Jangan hanya karena ingin ikut tren atau gaya kamu ikut-ikutan memakainya karena memakai behel tidak semudah kelihatannya. Orang yang boleh mengenakannya adalah mereka yang memiliki gigi yang letaknya tidak pada tempatnya, bertumpuk dan berjejal-jejal sehingga kekurangan tempat, tumbuh terlalu jarang sehingga ada celah di antara gigi-gigi, atau letaknya terlalu maju atau mundur. Karena fungsi behel adalah merapikan gigi.

 

* Dokter Khusus

Hanya dokter gigi tertentu yang bisa memasangkan behel yakni dokter spesialis orthodonti. Jadi jangan sembarangan pergi ke dokter gigi, pastikan dia merupakan ahlinya.

 

Jenis Behel/Kawat Gigi

Ada berbagai jenis behel ada yang terbuat dari metal, clear/transparan yang berwarna seperti warna gigi. Untuk clear, bahannya bisa terbuat dari composite, porselin, atau plastik. Atau ada juga behel dengan penahan karet/karet pengikat bracket (kotak yang ditempel di gigi) ini paling disukai oleh kaula muda karena bantalan karetnya bisa berwarna-warni.

 

* Tahapan Pemakaian

Sebelum mengenakan behel ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan yakni, membuat cetakan model gigi, memotret gigi, merontgen gigi, kepala, serta wajah pasien secara keseluruhan. Ini semua agar perawatan benar-benar sempurna dan tidak asal-asalan karena biasanya ketika dipakaikan behel wajah jadi berubah. Biasanya gigi yang menumpuk-numpuk terjadi karena rahang kecil, jadi giginya harus dikurangi beberapa.

* Efek Behel

Setidaknya ada beberapa efek yang ditimbulkan bila mengenakan behel yakni, rasa sakit ketika pertama kali menggunakan behel. Lubang gigi dan karang gigi akan cepat terjadi karena tidak menyikat menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut. Belum lagi efek pada jariangan lunak, terutama pada gusi bibir dan pipi lebih mudah timbul radang gusi dan sariawan.

* Wajib Dilakukan

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan bila kamu menggunakan behel yakni, rajin membersihkan gigi setiap makan, selalu sediakan tusuk gigi. Serta jangan lupa untuk membawa sikat gigi untuk bersihkan sisa-sisa makanan yang nempel di bracket. Gunakan sikat gigi khusus untuk perawatan orthodonti atau sikat gigi anak-anak, yang bulu sikatnya lembut agar tidak merusak bracket. Kontrol gigi sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Iris kecil-kecil semua makanan yang masuk dan kunyah secara perlahan-lahan. Bila memakai karet elastik atau head gear, pasang sesuai dengan petunjuk dokter gigi.

* Hal Yang Dilarang


Mencoba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang karena bisa merubah susunan yang telah ditetapkan. Memakan permen karet, permen keras, daging yang liat, keripik, kerupuk yang keras. Mengutakatik sendiri bracket yang lepas atau kawat yang menusuk gigi. Ini sangat berbahaya hubungi dokter untuk penangulangannya.”

Berikut FAQ Standar dari para CALON Pengguna Behel…

A : Usia Minimal Memakai Behel???

Q : Pada umumnya usia minimal untuk Pemakaian Behel adalah 12 tahun. Salah satu alasannya adalah karena pada usia ini, gigi susu seorang remaja sudah tanggal semua.
A : Pake Behel Sakit ???Q : Pada Pemakaian awal dan Control Awal akan sakit… dikarenakan Karet Behel Memberikan tekanan pada Gigi…

 

* Tips Perawatan Gigi BerBehel


Banyak yang bilang Pasang behel bisa bikin kurus, males makan, sering sariawan. Sebenarnya penderitaanya cuma 2 minggu pertama kok krn mulut ga terbiasa dengan benda asing di gigi kita, jadi bisa timbul sariawan. Tapi bisa disiasati dengan wax ortho (berupa lilin untuk menutupi bagian yang tajam). Saat sariawan juga harus siap obat sariawan seperti albothyl atau kenalog dipakai malam hari. Tapi saat ini sudah ada kok tekhnologi merapikan gigi terbaru yang tidak bikin sariawan, seperti pake behel biasa yaitu Invisalign.

 

* Untuk masalah males makan itu karena pada saat gigi ditarik pasti rasanya ngilu2 kalo gigit sesuatu, terutama di awal2 kontrol

.

Biar Behel kita awet hindari makanan yang keras-keras seperti kacang ,wortel mentah, batu, kayu loh loh salah ya hehehe.. Kalo makan juga sebaiknya dipotong terlebih dahulu, jangan memotongnya pake gigi kita soalnya behel kita bisa lepas sebelum waktunya. Kenapa sih repot amat yah, secara behel ga bisa dipakai lagi kalo uda dicopot karena uda ada lemnya, jadi harus diganti baru. Kadang ada dokter yang baik yang ga mencharge biaya tambahan dengan copotnya behel, tapi ada juga yang mencharge biaya.

 

 

 references by  

http://adf.ly/HfFahhttp://adf.ly/HfG4J


Sumber : http://agunkzscreamo.blogspot.com/2013/01/apa-dampak-negatif-memakai-behel-pada.html#ixzz2SEUcETAG

 

Aside | Posted on by | Leave a comment

bahaya penggunaan krim pemutih wajah

Bahaya penggunaan krim pemutih wajah

Wanita selalu ingin tampil cantik, apalagi dengan kulit yang putih, makin sempurnalah kecantikan seorang wanita. Sayang disayang, keinginan untuk tampil cantik justru sering membahayakan kesehatan. Salah penyebabnya, kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah. Padahal merkuri tidak boleh diaplikasikan pada manusia. Tetapi produsen nakal secara diam-diam memproduksi ribuan bahkan jutaan jar krim pemutih berbahaya di Indonesia.

Dalam artikel Bahaya Krim Pemutih Yang Mengandung Merkuri, sudah kami jabarkan apa saja bahaya pemakaian merkuri, mulai dari kerusakan permanen lapisan kulit, kerusakan sistem saraf, gagal ginjal, kerusakan otak hingga berbagai kanker. Karena itu, pastikan Anda mengenali ciri-kiri kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri.

TIPS MEMBEDAKAN KRIM MERKURI BAGI PENGGUNA KOSMETIK

  • Tidak Ada Izin BPOM atau Lembaga Kesehatan

Krim-krim pemutih berbahaya sudah pasti tidak masuk dalam daftar BPOM Indonesia. Hati-hati jika ada krim yang mencantumkan nomor registrasi atau apapun, cek kebenarannya diSitus Resmi BPOM.

  • Warna Krim Mengkilap

Warna dalam krim abal-abal yang biasanya dimasukkan dalam wadah jar memiliki warna yang menyolok. Seringkali pewarna yang digunakan adalah pewarna berbahaya. Curigai krim yang berwarna kuning atau putih mengkilap seperti mutiara.

  • Tidak Tercampur Rata dan Lengket

Krim pemutih abal-abal biasanya lengket karena dicampur dengan bedak. Selain itu, krim terasa kasar saat dipakai. Beberapa krim pemutih berbahaya kadang terpisah, ada bagian yang berminyak atau padat dalam satu kemasan.

  • Bau Menyengat

Cium aroma krim Anda, jika Anda mencium aroma logam, sebaiknya buang. Produsen biasanya menyamarkan aroma ini dengan memberi parfum yang aromanya tajam.

  • Panas dan Perih Saat Dipakai

Kosmetik seringkali menimbulkan reaksi setelah dipakai. Pada kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, kulit akan terasa panas, perih, memerah atau gatal. Penjual biasanya berkilah itu adalah reaksi biasa, tetapi ini adalah bukti bahwa kosmetik tersebut mengandung bahan keras yang tidak cocok untuk kulit.

  • Kulit Merah Saat Kena Matahari

Kulit memiliki perlindungan alami, sehingga dia tidak akan merah meskipun Anda berdiri di bawah matahari yang terik. Tetapi bila kulit mulai memerah jika terkena matahari, maka kemungkinan ada lapisan kulit telah rusak.

  • Kulit Putih Pucat dan Tidak Alami

Krim pemutih yang aman akan memberikan hasil putih cerah atau putih normal seperti kulit Anda yang jarang terkena sinar matahari. Krim pemutih berbahaya biasanya memberi hasil putih yang sangat putih seperti kertas HVS, pucat, bahkan keabu-abuan.

  • Hasil Sangat Cepat

Ladies, Anda justru harus waspada pada krim pemutih yang memberi hasil cepat. Jika kulit lebih putih dalam waktu hitungan hari atau minggu, itu adalah efek berbahaya merkuri atau hidrokuinon. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil. Awalnya memang bagus, tetapi lapisan kulit Anda akan rusak dan menimbulkan masalah kesehatan akut.

  • Ketergantungan

Jika pemakaian krim pemutih dihentikan, wajah akan tampak menggelap, sehingga muncul ketergantungan untuk terus memakai krim berbahaya tersebut. Semakin lama dipakai, racun semakin menumpuk dalam tubuh dan jaringan kulit pada akhirnya akan semakin rusak.

  • Krim pada umumnya tidak HOMOGEN (tidak menyatu & kasar), bila didiamkan minyak akan terpisah dengan bagian padat.
  • Bila diusapkan pada kulit lengan terasa panas dan gatal.
  • Tidak timbul jerawat sama sekali, hal ini disebabkan lapisan kulit epidermis kita telah rusak, kulit sudah tidak mengandung protein & melanin yang berfungsi utk melindungi radiasi paparan matahar juga sdh tdk berfungsi, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri termasuk nyamuk sekalipun.
    Jerawat dalam keadaan normal adalah berfungsi sebagai indikator tingkat kandungan protein di dalam kulit, hal ini juga untuk mengontrol perawatan kulit wajah, bila anda lupa untuk melakukan kebersihan wajah, umumnya jerawat akan timbul, pada merkuri hal ini tidak terjadi lagi, karena struktur protein kulitnya telah berubah & menjadi rusak.
  • Pori-pori tampak mengecil & halus, ini sebenarnya disebabkan lapisan kulit terluar wajah kita telah tipis & tergerus oleh logam merkuri, tampak sepintas terlihat mengecil & halus. Untuk mengujinya anda bisa merasakan dengan mencobanya pada sinar matahari, kulit terasa terbakar, gatal disertai kemerahan, hal ini dikarenakan kulit wajah sdh tidak mendapat perlindungan dari melanin yang berfungsi melindungi wajah kita dari radiasi matahari. Pada produk yang benar, pemakaian siang hari selalu menggunakan pelindung SPF sehingga pada siang hari anda tidak akan merasakan rasa iritasi seperti terakar disertai rasa gatal.

Bila anda telah tercemar merkuri & pemakaian dihentikan, akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal.

  • Bila pemakaian dihentikan akan bintik-bintik hitam di bawah kulit sebagian ataupun merata diwajah
  • . Warna Putih pada kulit wajah lama-kelamaan akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman
  • . untuk lebih lanjutnya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh & menyebabkan kematian.
  • Dapat menghambat pertumbuhan, menyebabkan cacat & kematian pada JANIN.

Krim merkuri juga dapat diidentifikasi dari gejala keracunan metabolisme tubuh, dengan gejala sbb :
1. Pusing,
2. Di orientasi ruang,
3. Mual-mual,
4. Tremor (gemetar),
5. Susah Tidur,
6. Gangguan Penglihatan,
7. Gangguan Emosi,
8. Depresi.
9. Serta Lupa (pikun)

Dampak yang ditimbulkan dari pemakaian pemutih bermerkuri jangka pendek:

– Kulit wajah mengelupas

– Kulit wajah memerah

Dampak dalam jangka panjang:

– Dapat menimbulkan keracunan

Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk
ke dalam darah, masuk sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan sistem saraf, seperti insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan.Setelah memakai pemutih yang mengandung bahan berbahaya biasa nya memang kulit terasa kencang serasa ditarik dan setelah itu yang terjadi kulit akan mengelupas karena panas , hal itulah yang justru akan mengikis kulit kita dan bisa menyebabkan kulit wajah tak dapat lagi menangkal radiasi dari sinar matahari .Memilih jenis pemutih yang baik harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit wajah kita.Seperti pemutih yang mengandung vitamin E dan vitamin C yang dapat menbuat kulit putih sehat.

Sebenarnya Tak harus menggunakan pemutih saja jika ingin kulit wajah anda terlihat putih dan halus .jika anda rutin saja membersihkan wajah pagi dan malam hari ,itu sudah cukup membuat kulit wajah anda bersih dan segar bahkan bila perawatan seperti itu dilakukan secara teratur maka tak perlu lagi anda menggunakan bahan – bahan berbahaya yang meracuni kulit wajah anda. Itulah beberapa ciri krim pemutih berbahaya. Jangan mudah tergiur krim pemutih dengan hasil instan dan menakjubkan, apalagi ditambah embel-embel krim racikan dokter yang dijual bebas. Rajinlah mencari info seputar kosmetik berbahaya

Sayangi kecantikan Anda, dan yang lebih penting lagi, sayangi kesehatan Anda. 

Be smart, ladies!

Sumber: public warning -penerangan kesehatan

(vem/yel)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BAHAYA PENGGUNAAN SOFTLENSMata adalah salah satu indera terpenting

BAHAYA PENGGUNAAN SOFTLENS

Mata adalah salah satu indera terpenting pada setiap manusia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata pun bisa menurun dan mengalami hipermetropi atau rabun dekat. Kurang sehatnya pola hidup dan perawatan mata serta cara membaca, banyak remaja dan orang dewasa yang mengalami penyakit miopi atau rabun jauh, biasa disebut juga dengan mata minus, dan mengharuskan mereka untuk menggunakan kacamata.

Banyak orang yang merasa bahwa menggunakan kacamata adalah merepotkan dan banyak yang menghindari untuk menggunakannya karena menganggap frame bisa membuat wajah mereka tampak buruk. Walaupun kini kacamata sudah menjadi sebuah aksesoris dan tidak hanya dipakai oleh penderita mata minus saja, namun sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan soft lens.

Walaupun tampilan mata bisa tampak lebih menarik dengan tersedianya berbagai macam model dan warna, namun penggunaan soft lens juga tetap memiliki efek samping pada mata. Seperti yang dilansir oleh Boldsky, berikut adalah beberapa efek samping tersebut.

Kebersihan
Mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling sensitif. Jika kebersihan dari lensa tidak terjaga dengan baik, mata Anda bisa mengalami infeksi. Maka jagalah kebersihan soft lens Anda, sebelum dan setelah menggunakannya, agar terhindar dari efek samping yang ditimbulkan. Karena infeksi pada mata bisa menjadi lebih menyakitkan daripada bagian tubuh lainnya.

Mata merah
Ketika menggunakan soft lens, terkadang mata Anda merasakan sensasi seperti terbakar. Mata memang sensitif, sehingga ketika terkena debu mata mudah menjadi merah. Dengan menggunakan soft lens, mata yang merah tersebut bisa berlanjut kepada peradangan dengan cepat. Benjolan dan bengkak bisa timbul pada kelopak mata. Benjolan seperti itulah yang membuat Anda sulit untuk menggunakan soft lens kembali dan harus menunggu mata untuk sembuh seperti sedia kala.

Mata kering
Efek samping lain yang sering terjadi dari penggunaan soft lens walam waktu yang cukup lama adalah mata menjadi kering dan gatal. Kondisi tersebut pastilah tidak menyenangkan untuk melihat dan beraktivitas.

Alergi
Salah satu efek samping yang kerap tidak disadari oleh pengguna soft lens adalah alergi mata. Alergi berupa mata merah sering dialami ketika Anda melepaskan soft lens. Mungkin ini kerap terjadi pada mata Anda, namun hal tersebut sering tidak disadari dan tetap menggunakannya.

Soft lens sebenarnya tidak boleh digunakan lebih dari 8 jam setiap harinya, untuk menjaga mata tetap dalam keadaan sehat dan normal. Jangan lupa pula untuk mengganti soft lens secara rutin sesuai dengan kemampuan dari masa pakainya, ada produk yang bertahan hanya untuk 1 bulan, ada pula yang masa pakainya hingga 3 hingga 6 bulan.

Terlalu longgar atau terlalu ketat
Softlens bisa menjadi terlalu longgar atau bahkan terlalu ketat seperti sangat menempel ke mata disebut hypoxia. Hal ini dikarenakan pemilihan kadar air yang salah ketika membeli softlens. Maka dari itu sesuaikan dengan keadaan mata. Jika matamu memang sudah memiliki banyak kandungan air mata, pilihlah softlens dengan kadar air lebih sedikit. Sedangkan mata yang cenderung kering sebaiknya pilih softlens dengan kadar air tinggi.

Softlens koyak dalam mata
Softlens bisa koyak di mata. Nah, ini cenderung sangat berbahaya. Bahaya softlens ini bisa terjadi karena kamu memakai softlens saat tidur. Ketika tidur, softlens bisa bergerak-gerak di dalam mata dan bisa berisiko pecah di dalam mata. Tidak hanya itu, softlens dapat mengering karena tidak mendapatkan oksigen dan kadar air yang cukup. Nah, ketika Anda mencubit softlens dalam keadaan kering seperti itu dapat mengakibatkan softlens koyak. Karena itu juga, memang ketika ingin melepaskan softlens sangat disarankan untuk meneteskan tetes mata khusus softlens sebelumnya.

Infeksi kornea
Bahaya infeksi kornea bisa terjadi jika kamu tidak merawat softlens dengan baik. Karenanya bakteri, jamur dan virus bisa tumbuh di softlens dan membuat alergi pada mata. Maka dari itu, jaga baik-baik softlens-mu ya. Jika tidak bisa seperti itu, memakai softlens sekali pakai bisa menjadi pilihan jika kamu berkekeuh untuk menggunakan softlens.

Bahaya-bahaya softlens tersebut sebenarnya bisa ditangani dengan solusi yang telah diutarakan di atas. Asal tahu cara pemakaian softlens dan merawatnya, kamu sebenarnya tidak perlu kuatir untuk memakai softlens. Toh ada ratusan juta orang yang sudah menggunakan softlens dan baik-baik saja! Mereka bisa, mengapa kita tidak? Dengan membaca artikel ini kami harap Kamu sudah mengenali bahaya softlens dan bisa mengantisipasi kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan. 

Jika Anda mengenakan lensa kontak, ada beberapa hal yang harus selalu diingat di saat memakainya. Penanganan yang tidak tepat dapat memperkenalkan bakteri dan kuman ke mata Anda. Bila mata terkena infeksi bisa menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen, kebutaan, dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa menyebabkan kematian. Beberapa cara pemakaian kontak lensa yang salah dan dapat berakibat buruk bagi si pengguna, yaitu :

1. Tidur dengan kontak lensa Anda.

Hal ini sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan frame lensa patah di mata Anda. Jika Anda mencubit lensa terlalu ketat, Anda berisiko melanggar itu dan mendapatkan sebuah fragmen terjebak di mata Anda. Dan jika tidak diambil segera oleh dokter, fragmen dapat menggores kornea atau menyebabkan infeksi buruk. Sebagai solusinya, dokter mata menyarankan Anda untuk tidak tidur dengan kontak lensa Anda.

2. Mencuci lensa Anda dengan air keran.

Hal ini akan berbahaya, karena akan menimbulkan bakteri di kontak lensa Anda. Ketika anda membilasnya menggunakan air tersebut, parasit ini bisa berakhir pada lensa Anda. Hal ini dapat menyebabkan infeksi mata yang sangat parah dan bahkan kebutaan. Karenanya, Anda harus benar-benar membilas lensa Anda dengan larutan garam, gunakan botol air minum suling dan bukan air mineral.

3. Memakai lensa Anda lebih lama daripada yang disarankan.

Hal ini tidak dianjurkan karena akan membuat kuman masuk ke mata Anda. Kuman akan lebih menumpuk bisa menyebabkan meningkatnya risiko infeksi yang parah.
Sebagai solusinya, bila Anda benar-benar perlu memakai lensa beberapa hari, setelah Anda membersihkan, menyiram lensa Anda dengan larutan pembersih serba guna dan gosok dengan jari bersih selama setidaknya sepuluh detik. Kemudian bilas dengan larutan pembersih lebih lama sebelum menyimpannya untuk persiapan yang akan digunakan dalam waktu lama. Jangan lupa untuk membersihkan lensa Anda dengan merendam dalam larutan pembersih lensa, dan udara kering setidaknya sekali seminggu.

4. Tidak menggosok lensa Anda.

Hal ini akan menimbulkan infeksi kornea yang parah. Tidak menggosok lensa sebagai solusi bebas infeksi mungkin nyaman, namun tahun 2008, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS menemukan dua wabah infeksi mata yang berat terkait dengan proses pencucian lensa tanpa digosok. Bakteri, jamur, dan ragi tetap pada permukaan lensa Anda jika Anda tidak menggosok saat membersihkannya. Penumpukan ini memungkinkan alergi dan infeksi yang bisa menyebabkan kuman nempel di permukaan lensa Anda. Solusinya, gosok dan bilaslah sekitar sepuluh detik. Setiap menggosok lensa Anda bisa mengurangi risiko infeksi mata.

Bagi mata yang mudah terkena iritasi disarankan untuk jangan terlalu lama menggunakan softlens. Ini dapat meningkatkan resiko mata Anda terinfeksi bakteri dan dapat merusak jaringan pada mata Anda. Semoga bermanfaat.

DAMPAK PENGGUNAAN SOFTLENS
 

(andy@oktomagazine.com), SHARE THIS STORY

Aside | Posted on by | Leave a comment